Kata temen, SMA adalah masa yang
mengesankan, kata si budak cinta, SMA adalah masa bertukar kasih yang paling
diingat, kata Chrisye tiada kisah paling indah kisah kasih di sekolah... Kejadian-kejadian disini tidak tau
kenapa rasa kekeluargaan lebih dapet, rasa care satu sama lain juga lebih
terasa, juga rasa bandel kita lebih terlatih disini. Waktu bukber
kemarin nosltalgia itu kembali hadir… Karena lama sudah tak berjumpa,
kita menghabiskan waktu untuk bicara banyak hal, kebanyakan kita ngomong soal kuliah dimana, udah dapet kos belum, gimana
sbm nya, si itu masuk dimana, si dedek gimana??
Bukber kemarin adalah sekaligus menjadi
peringatan ulang tahun tiga orang temen, Si Mawar, Trisno, dan Jono jadi kita
semua makan gratissssss. Meski menu makanan sederhana, tapi tetap ceria. Candaan bully an ketawa sana sini selalu meramaikan suasana yang sejenak
melupakan bahwa sejak UN berakhir, kita belum pernah berkumpul bareng lagi.
Ayam tetap menu utama, tapi seperti biasa kalau ikut bukber, aku selalu
berpaling dari ayam. So nasi sambel dan mie buatan ibu Trisno sungguh nikmat
(y)
No day no selfie. Setelah perut
full, it’s time to use handphone & tongsis. Kita foto-foto bareng untuk
mengabadikan momen atau sekedar upload di galeri instagram, sekaligus latihan
bikin cerpen di kolom caption :D Berikut hasilnya :
Setelah acara selesai, satu per
satu teman pulang karena banyak dari mereka rela datang buka bersama padahal
rumah mereka jauhhh… salutt deh… Namun, tak berhenti di situ, sekitar 11 orang
termasuk aku masih stay di lokasi. Kita berkumpul sampai malam, kita bercerita
bareng soal hal-hal dagel dan bikin kita ketawa lagi saat mengingatnya. Misal
waktu disuruh keluar kelas oleh pak *****
karna sengaja terlambat ke kelas habis ke kantin, waktu itu juga ada
guru lewat nanyain “lagi ulangan ya?” dan temen-temen serentak jawab ”iya bu”.
Lalu soal bbi, soal guru pendiam yang marah, soal temen makan kecoa, english
day, tak lupa dedek emes turut jadi bahan kita malam itu.
- Written By Fadhilah Luthfi -
When I was studied at 10 grade of senior high school, I was
a chairman. It was a seldom experience that I ever got. Cause I am a quiet
person, I was very nerveous when my classmates choosed me. My friend Joe was the
chairman. But he chosen as a deputy of OSIS. So my class need a new leader..
Not to lead, but it was for filled the structure of organization in the class
:D Why always me? Is I am the oldest student in class? So my friends are
respect to me? Maybe. But in fact, I was became a chairman because nothing of
my friends wanna be that. Hmmm…
Actually, there is a girl has been chairman after Joe, her
name is Hana. When Hana was the chairman, I was the vice chairman. She’s be not
just the leader, but she also a very smart girl. In a next time, I want to lose
her :D She was different with me. If I chosen as a chairman because nothing wanna
be that, Hana as a chairman because she wanted. I remember when my friend asked
in front of the class.. Who will be a chairman?? So, only Hana who raised her
hand. But… she was just only 1 semester. It was her want to finished. She said
that she was tired to command friends.
After that, it was show time. Totally 5 semesters I have
been to lead my friends. In beginning as a chairman, I was ashamed. I was also
scary to command someone. Anyway, unforgettable experience when I was a
chairman at 10 grade is when I was dancing “Caesar” with my friend Ebi. It
caused by we played chess at the back of class and the time of lesson was
started. At the moment, my mathematic teacher given me a punishment. That is I
must do “The Caesar Dancing”. So I was stand in front of class and Ebi follow
me on the back side. That is a funny moment before my mathematic teacher Mr. Muji
was left from my school and moved to other school.
Next, when I was at 11 grade. Another crazy time with my
friends is when we were played “Kamis Menanti”. If you don’t know about this game, let’s check this video
https://www.youtube.com/results?search_query=kamis+menanti Totally, we were just played this game only two times at 11 grade. But
how we game are not same with that video, we did only to had a good time. The
punishment is not appaling and not scary, but it was could make a little
embrassed. For example, Dino. He was must to walked on ahead some classes and
said “Aku gila… aku… gilaaa… akuuu gilaa…” Now, I know Dino is crazy boy :v…
Different way with Dino, Ebi must walked on ahead some classes by squating with
weared a helm. We were laugh loudly wkwkwk. It’s insane. The third one is
when my friend George got a punishment to walked on frontage of some classes
and he didn’t used his eyes to see. You know what the happened??? He was rush
against at the window… “Brakkk!!!!”… He was like a drunk person, I can’t forget
this incident wkwkwk. Oddball, there was Pablo. Oooh this is abash punishment
:D… He was brought a broom, then entered to other class and at that same time,
he must say some words. He was didn’t. Unlikely, this is a game, so the players
must followed by the rules, he must did. We thrust on and the finally he wanted
to did. We were starting up, “ On the third you must go!! Ready???? One….. Two….
Three…….!!” Then Pablo entered the class and said, “Siiaaappp sergaaaapppp… Delapan
enamm… Maaajuuuuuu…!!!!!” So the students be there were shocked. We were laugh
like a drain, he made my stomach was sick :D …. But he did very well. My
friends command to repeat, because it was unclear. Actually, that is bullshit :D
…. The last is my jones friend, her name Luna. If I am not forget, she was only
a girl at this game. She was got a punishment to asked students at the school. We
were give punishment name is Mau Jadi Pacarku
Nggak Challenge. Actually there is video when Luna be in action. But I don’t
share this video :D …. She was asked many boys, she was work hard. But the
result is NIHIL. All of boys answered NO, jajajaja… Maybe, one was said YES,
but I don’t make sure.
Some games was taken when the school is out, so just some student
at the school.
At the 12 grade, mostly I was busy. I was spending hours to
managed my classmates. Such as : I am collected some bundles, command for my
classmates what the teacher’s did, down of the class to receive some
announcements, then we must follow the extra lesson in the class or out the
class (courses), and so’on. All of them is to prepared the UN.
The conclusion is… Due of my first experience, in beginning
I was stll shy, but in a row of time I am usual, I am brave to speech in front
of class. Something make me not confidently is when there are some different
statement. It’s need patient, must be calm down. Because my class is very
talkative, many teachers say if the students in my class are active. Many
things I learn when I was be a chairman. I learn how to good speak, how to
respect each other, how to command for cleaning the class, how to make my
friends believe with my speak, or how to make problem solving with musyawarah….
Overall, I am very lucky and very happy about this
experience.
And thanks for reading :) (*The story above is used fake name, except Mr. Muji :D)
- Written By Fadhilah Luthfi -
Grup WhatsApp, Grup Blackberry Messenger, Grup Line, ataupun grup chat lainnya memang mempermudahkan kita untuk mempererat silaturahmi dengan teman-teman. Selain itu, kita juga dapat memanfaatkannya untuk berbagi informasi penting seputar update berita, pengumuman, ataupun sekedar saling bercanda. Menurutku, grup semacam ini sangat membantu. Aku sering mendapatkan info dan hal baru dari teman-teman lewat grup. Lain halnya bagi jomblo ngenes (jones)... grup chat adalah pelarian terjitu untuk setidaknya membuat hatinya tidak terasa sepi & hampa lagi. Namun, tidak selamanya grup akan ramai, ada masanya grup vakum karena tidak ada lagi bahasan menarik untuk diperbincangkan atau karena anggotanya yang males untuk chat di grup. Meskipun begitu, pasti ada saja teman kalian yang berusaha untuk menghidupkan suasana kembali di grup, seperti teman-teman ku ini : (Maap banyak kucing)
1. Akun Translator
Entah apa aku tidak tahu alasan spesifik kenapa kamus bisa ditaruh di grup? Catatan aja sih kalo pakai akun translator di grup, pastikan tidak ada teman kamu yang hobinya baper. Ntar jadi kayak gini :
Dulu waktu SD, aku masih sering lihat sekerumpulan warga, mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa berkeliling kampung bangunin warga yang lain untuk sahur. Alat yang mereka gunakan tradisional, misal kentongan dari kayu, jerigen minyak tanah, dan juga galon air mineral. Namun, sekarang sudah jarang banget, semua tergantikan oleh ini :
3. Group atau Personal Message?
Mungkin kalian juga pernah mengalami hal seperti ini. Niat ingin membuat suasana grup rame, tapi malah nggak ada yang muncul...
Mungkin kalian juga pernah mengalami hal seperti ini. Niat ingin membuat suasana grup rame, tapi malah nggak ada yang muncul...
4. Belum pernah ketemu udah kangen & ngingetin makan
Nah, pict berikut ini adalah grup line jurusan ku di universitas. Kita belum pernah ngumpul bareng sih, jadi buat semacam grup chat biar bisa saling kenal satu sama lain. Tapi.... ya namanya cewe.
Nah, pict berikut ini adalah grup line jurusan ku di universitas. Kita belum pernah ngumpul bareng sih, jadi buat semacam grup chat biar bisa saling kenal satu sama lain. Tapi.... ya namanya cewe.
5. CARI PERHATIAN
Tips jitu : Jika kamu masuk di grup chat kelas atau grup chat kerja ataupun grup chat organisasi lainnya kamu jarang diperhatiin (dikacangin), maka saat kamu sedang masuk sebuah grup baru, misal grup kampus, ini saatnya kamu mencari perhatian. Dan kali ini kamu pasti diperhatiin, seperti ini :
Tips jitu : Jika kamu masuk di grup chat kelas atau grup chat kerja ataupun grup chat organisasi lainnya kamu jarang diperhatiin (dikacangin), maka saat kamu sedang masuk sebuah grup baru, misal grup kampus, ini saatnya kamu mencari perhatian. Dan kali ini kamu pasti diperhatiin, seperti ini :
6. Menyapa (?)
Pastikan saat memulai obrolan grup, tidak ada teman yang sedang ingin bernyanyi. Ntar jadi malah kayak gini :
Pastikan saat memulai obrolan grup, tidak ada teman yang sedang ingin bernyanyi. Ntar jadi malah kayak gini :
7. Dikacangin
*Btw, itu nama nya ditulis urut absen
Maapin tulisan absurd seperti ini ya. Kalau kamu biasanya ngapain biar grup chat rame? Tulis di kolom komentar ya. Thanks for Reading :)
- Written By Fadhilah Luthfi -
Youtube. Situs yg identik dengan subscribers, views, dan uang. Setelah aku cek, situs buatan Steve Chen, Chad Hurley, dan Jawed Karim telah menjadi runner up, sebagai situs yg paling sering dikunjungi oleh pengguna internet di seluruh dunia versi Alexa.
Meskipun pada kenyataannya televisi masih dianggap sebagai media elektronik yang disukai masyarakat, namun menurutku konten yang dihasilkan dari situs youtube juga tidak kalah saing dengan acara-acara yang ada di televisi. Apalagi jika menengok cara youtuber sekarang untuk membuat sebuah video, sangat perlu diapresiasi. Mereka betul betul memperhitungkan detail video yang akan dihasilkan. Mereka layaknya punya acara sendiri.
Pertama, situs ini memudahkan penggunanya untuk mencari channel sesuai yang diinginkan, baik musik, komedi, olahraga, berita, tutorial, dan masih banyak lagi. Selain itu, kita mampu mengulang videonya untuk ditonton lagi kapan pun, kita bisa pause, dan bisa juga mengulang bagian yang sempat terlewat. Walaupun problem kecil, tapi menurutku hal semacam itu mengaruhi kenyamanan. Jika televisi tidak, malah kadang kebiasaan ingin ngulang kejadian beberapa detik lalu, mencetin tombol depan tv, padahal tidak ada. Televisi juga jarang menampilkan rekaman ulang dari suatu acara, paling cuma acara-acara besar. Kalau ketinggalan bagaimana? Youtube lah jawabannya.
Kedua, bisa lebih fokus pada youtuber yang kita suka. Kita bisa menonton karyanya kapan saja, sesuai waktu uploadnya. Lewat youtube, kita bisa mengetahui para youtuber bebas beragumen bebas mengutarakan pikiran mereka mengenai satu topik. Waktunya pun bebas mereka tentukan. Namun, video yang tidak mengandung unsur porno dan sara harus tetap dijunjung tinggi. Karena kita tahu, youtube bukan tontonan khusus untuk kalangan tertentu, youtube is freedom. Anak-anak yang masih happy dengan "Dunia Tanpa Masalah", sangat mungkin sekali mengaksesnya. Ada beberapa youtuber yang nurut dan banyak juga video porno dimana-mana, baik yang berlatar belakang video musik ataupun yang benar-benar vulgar. Menurut survey, aku pernah dengar hasil pencarian tertinggi youtube di Indonesa adalah pencarian video porno. Maka dari itu, kita harus cerdas pakai youtube guys.
Ketiga, ajang berdiskusi. Kita bisa kritik sesuai sudut pandang kita, kita bisa kasih saran, jangan kasih kata-kata yang tidak ada bobotnya. Youtube sarana kita untuk menilai sebuah karya orang lain. Kalo bisa cuma ngata-ngatain, itu tidak lebih dari orang yang iri. Manfaatkan media diskusi seperti itu agar cara menyampaikan gagasan kita lebih baik di kemudian hari. Toh, para youtuber di akhir video pasti meminta kalian untuk memberi komen. Mereka pasti senang karna komenan kalian merupakan bentuk apresiasi dan jika komen menarik pasti akan dijadikan bahan pertimbangan oleh mereka. Ajang berdiskusi bukan hanya youtube, masih banyak banget media lainnya di internet, misal blog. Blog menurutku adalah media yang paling cocok untuk bertukar informasi, bertukar pemikiran satu sama lain. Selain itu sosmed, seperti twitter, facebook, line, instagram, dan sosial media lainnya juga sangat membantu untuk mengungkapkan pendapat kita.
Anyway, youtube adalah ladangnya duit. Beberapa youtuber mendapatkan uang jutaan rupiah per bulan dari youtube. Ini membuat banyak sekali orang terinspirasi untuk membuat channel youtube. Atau... cuma ikut-ikutan. Lantas, kalau bikin youtube pasti dapat duit? Jawabannya mungkin. Kalau benar-benar niat. Tidak sedikit orang yang bikin youtube cuma ngikuti trend. Materi tidak jelas, tidak ada bobot sama sekali, ngarepin banyak subscriber. Dan yang banyak terjadi mereka "youtuber bawang" adalah bingung mau ngomong apa... Itulah perbedaan yang kontras antara yang kerja keras dan yang tidak. Mereka tidak ada persiapan untuk membuat video, mereka tidak punya script. Tinggal record, edit sedikit dan upload. Lain cerita jika artis dan orang-orang terkenal, mereka sudah mempunyai kesuksesan yang mereka mulai dari nol, kebanyakan youtube mereka gunakan sebagai media mendekatkan diri dengan fans, atau mungkin ingin berbagi cerita keseharian lewat sebuah video log (vlog).
Nah, jadi kamu pilih mana, youtube atau TV Analog? Coba tulis di kolom komentar ya dan jangan lupa kasih alasan mu. Thanks for reading ;)
- Written By Fadhilah Luthfi -
Akhir-akhir ini sempat mencuat berita tentang seorang ibu pemilik warung makan yang ditutup dan disita secara paksa makanan jualannya oleh aparat. Peristiwa itu terjadi karena MUI daerah setempat memberlakukan aturan untuk menutup warung makan saat ramadan. Berita selengkapnya bisa langsung dibaca aja disini http://m.jpnn.com/news.php?id=434545
Nah, menanggapi peristiwa yg lumayan menarik perhatian masyarakat itu, aku mencoba sedikit menyampaikan gagasanku tentang lebih setuju mana warung makan ditutup saat ramadan atau tetep dibuka seperti hari-hari biasanya?
Pertama, aku sih lebih pro untuk warung makan tetap dibuka, tapi yg namanya puasa ramadan, diberi perbedaan sedikit, misal warung ditutup pakai korden atau jendela ditutup setengah, supaya menghargai masyarakat muslim. Kenapa setuju? Karena... masyarakat Indonesia itu heterogen, beranekaragam suku, budaya, agama, bahasa, dan perbedaan lainnya. Tidak hanya agama islam yg hidup di negeri ini. Warung makan atau restauran pasti juga dibutuhkan oleh kalangan non muslim saat bulan puasa. Misalnya, saat masyarakat non muslim yg sedang istirahat bekerja tidak sempat pulang, dan harus mencari warung makan untuk mengisi kembali tenaga mereka.
Belum lagi alasan misal kalo anak kos yg tidak sempat masak sendiri jadi perlu cari makan di luar, nah tempat yg paling dicari pasti warteg terdekat, jarang sih kalo restauran. (calon anak kos soalnya :D ). Dan alasan-alasan lain mengenai keperluan masyarakat non muslim terbadap dibukanya warung makan.
Kedua, warung makan adalah tempat mencari nafkah bagi sebagian warga. Karena sudah jadi pekerjaan setiap hari, tidak dapat dipungkiri mereka sudah menggantungkan penghasilan mereka untuk berjualan di warteg. Bisa sih seumpama mereka berpindah untuk berjualan takjil di pasar ramadan... Tapi tergantung pribadi masing-masing juga untuk mau pindah atau tidak, soalnya ibu ibu penjual pasti punya alasan tersendiri utk tetap membuka warung makannya.
Ketiga, ada sebagian orang yang berpikir jika warung makan dibuka saat ramadan itu adalah godaan. Sebenarnya masalah nya terletak pada iman dan nafsu saja. Yang pandai ngontrol iman untuk tetap puasa itu keren, apalagi yang bekerjanya atau hidupnya berdekatan dengan warung makan, restauran, cafe, dan lain sebagainya. Maka dari itu, sebagai seorang muslim, bulan ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menjadikan kita orang yang lebih kokoh lagi. Bukan kokoh ditampolin orang, tapi kokoh diserbu oleh nafsu yang datang kapan saja.
Itulah pemikiran ku tentang pro dan kontra tentang warung makan yang lebih baik dibuka atau ditutup saat puasa. Bagaimana tanggapan mu? Mari berdiskusi, tulis saja pendapat mu di pos komentar ya. Thanks for reading :)
- Written By Fadhilah Luthfi -
































